AFF Cup 2016 : Nothing to lose ?

Kayaknya AFF Cup tahun ini jadi yang paling beda dibanding dengan seri-seri AFF Cup yang udah-udah. Flashback dikit ke AFF Cup 2010, yang dapat soroton begitu besar dari media di tanah air dan harapan yang begitu besar dari supporter dan ending antiklimaks keok di final. Maka, it’s fair to say jika AFF Cup tahun ini lebih nyantai. Banyak faktor penyebab, salah satunya (pasti) media yang saat ini lebih mengarahkan frame kamera mereka untuk pilkada DKI (apaan banget sih ini, 2017 bakal ada 101 pilkada serentak padahal  [ref] ). Ok, thanks to all of the governor & vice governor candidates, Timnas Indonesia jadi ga terlalu banyak job tampil di media atau makan siang bareng politisi .

My personal prediction for this year will be : 2nd place at max. Tim Thailand yang jadi favorit juara sebenernya ga seserem dan sespesial tim Thailand yang dulu-dulu bisa bikin tim lawan udah ngerasa kalah duluan sebelum kick off. Pertandingan pembukaan kita sempat ngimbangin skor 2-2, tapi balik lagi masalah stamina dan defense yang ga terlalu rapi bikin kita kalah 4-2.

Tapi, apapun itu, tetap semangat Indonesia!!

Eyang Habibie

Bacharuddin Jusuf Habibie, karena jarak usia, beliau lebih senang dipanggil dengan panggilan eyang oleh orang seusia saya.

Beliau mengisi sesi diskusi di Literaturhaus Munich pada 24 Juni 2015, dalam rangka bedah buku yang berjudul “517 Tage: Indonesien: Geburt einer Demokratie” atau dalam bahasa Indonesia “517 Hari : Indonesia : Kelahiran sebuah demokrasi”. Buku ini merupakan alih bahasa dari buku berjudul “Detik-detik yang Menentukan”. Selama kurang lebih 1 jam acara berlangsung, sebagai pendamping diskusi juga hadir Theo Waigel yang merupakan mantan mentri perekonomian Jerman. Eyang Habibie dengan semangat menceritakan dari 0 bagaimana ia mencapai posisi puncak di tanah air.

Processed with VSCOcam with m5 preset

Entah mimpi apa, Sabtu 27 Juni 2015, saya mendapat kesempatan untuk bertatap muka langsung dengan beliau dan berbuka puasa di kediamannya yang terletak di pinggiran kota Munich. Pengalaman yang tak akan terlupakan, biasanya cuma bisa dengar atau nonton beliau di talk show tv. Kebetulan pada 25 Juni yang lalu beliau tepat berusia 79 tahun. Cuma doa yang bisa saya hadiahkan untuk beliau, semoga selalu sehat dan bahagia, dan yang paling penting cita-cita beliau untuk Indonesia yang lebih baik bisa tersampaikan.

Neuschwanstein

Kastil Neuschwanstein atau dalam bahasa Jerman disebut Schloss Neuschwanstein merupakan salah satu landmark pariwisata di Jerman yang terletak di provinsi Bavaria. Kastil yang dibangun pada masa Kaisar Ludwig II (raja bavaria pada masa itu) mulai dibuka pada 1886. Fakta menarik dari kastil ini (mungkin bisa dibilang ironis) adalah sang kaisar secara total hanya menempati kastil ini dalam 172 hari, dikarenakan sang kaisar harus menghadap yang Ilahi diatas sana. Fakta menarik lainnya adalah bahwa kastil ini merupakan inspirasi dari Walt Disney ketika memilih logo untuk perusahaannya yang tersohor itu.

DSC_0922Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kastil ini terletak di daerah Bavaria, bagian selatan Jerman dan berdekatan dengan danau alpen (Alpsee). Kalau kata turis-turis, kastil ini masuk rukun iman kalau berkunjung ke Jerman. “Belum lengkap perjalananmu ke Jerman jika belum berkungjung ke Schloss Neuschwanstein” begitu kira-kira bunyi sabdanya.

DSC_0864Kastil ini bisa dicapai dari pusat kota München dengan menggunakan transportasi umum. Dari München Central Station ke pemberhentian terakhir di Füssen perjalanan dengan kereta akan ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam. Dari stasiun Füssen sudah ada bus dengan pemberhentian terakhir di kaki bukit tempat kastil didirikan. Tips lainnya adalah, gunakan tiket grup (maksimal 5 orang / tiket) yang harganya € 39 (per orang cuma bayar 8 €). Setiba di pemberhentian terakhir bus, ada 3 cara untuk sampai ke gerbang kastil. Jalan kaki, dengan bus dan kereta kuda (urutan ini disusun berdasarkan harga yang harus dibayarkan untuk masing-masing cara :p).
Sebelum masuk ke dalam kastil kita bisa melihat pemandangan di sekitar, antara lain danau dan perbukitan alpen yang mengelilingin kastil ini.

DSC_0818DSC_0809Untuk masuk dan melihat interior kastil kita harus membayar tiket yang akan disertai dengan tur, tiket ini harga normalnya €11 per orang, sebenarnya ada pilihan untuk group tiket (dengan minimum 15 orang anggota grup). Satu saran terakhir jika ingin melancong ke kastil ini : bawalah makanan sendiri untuk makan siang, karena ketika berada di kastil tidak banyak pilihan menu makanan yang bisa dipilih (saran saya, di München Central Station ada gerai Burger King dan Subway yang bisa jadi pilihan, atau memasak sendiri).

 

Idul Fitri 1435 H

Allah huakbar Allah huakbar wa lillah ilhamd. Senin, 28 July 2014 bertepatan dengan jatuhnya 1 Syawal 1435 Hijriah. Pada suatu pagi di musim panas di tanah Bavaria, sekumpulan masyarakat Indonesia yang bermukim di kota München dan sekitarnya bersama-sama menyambut hari kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadan.

Bertempat di ruang serba guna PM3 Indonesia ev (Pengajian Masyarakat Muslim München Indonesia) Machtelfinger Straße 10, acara sholat idul fitri berjamaah dengan khotib dan imam Bapak Bambang Suryo Darwanto ini berlangsung dengan lancar dan khidmat. Jamaah mulai berkumpul pada pukul 07:30 pagi dan langsung mengumandangkan takbir bersama sebelum sholat ied berjamaah dimulai tepat satu jam kemudian. Selang 45 menit, atau tepatnya pukul 09:15 setelah khotbah selesai disampaikan, acara ramah tamah dimulai dan sekaligus menjadi penutup rangkaian acara sholat idul fitri kali ini.