Eyang Habibie

Bacharuddin Jusuf Habibie, karena jarak usia, beliau lebih senang dipanggil dengan panggilan eyang oleh orang seusia saya.

Beliau mengisi sesi diskusi di Literaturhaus Munich pada 24 Juni 2015, dalam rangka bedah buku yang berjudul “517 Tage: Indonesien: Geburt einer Demokratie” atau dalam bahasa Indonesia “517 Hari : Indonesia : Kelahiran sebuah demokrasi”. Buku ini merupakan alih bahasa dari buku berjudul “Detik-detik yang Menentukan”. Selama kurang lebih 1 jam acara berlangsung, sebagai pendamping diskusi juga hadir Theo Waigel yang merupakan mantan mentri perekonomian Jerman. Eyang Habibie dengan semangat menceritakan dari 0 bagaimana ia mencapai posisi puncak di tanah air.

Processed with VSCOcam with m5 preset

Entah mimpi apa, Sabtu 27 Juni 2015, saya mendapat kesempatan untuk bertatap muka langsung dengan beliau dan berbuka puasa di kediamannya yang terletak di pinggiran kota Munich. Pengalaman yang tak akan terlupakan, biasanya cuma bisa dengar atau nonton beliau di talk show tv. Kebetulan pada 25 Juni yang lalu beliau tepat berusia 79 tahun. Cuma doa yang bisa saya hadiahkan untuk beliau, semoga selalu sehat dan bahagia, dan yang paling penting cita-cita beliau untuk Indonesia yang lebih baik bisa tersampaikan.

Advertisements