AFF Cup 2016 : Nothing to lose ?

Kayaknya AFF Cup tahun ini jadi yang paling beda dibanding dengan seri-seri AFF Cup yang udah-udah. Flashback dikit ke AFF Cup 2010, yang dapat soroton begitu besar dari media di tanah air dan harapan yang begitu besar dari supporter dan ending antiklimaks keok di final. Maka, it’s fair to say jika AFF Cup tahun ini lebih nyantai. Banyak faktor penyebab, salah satunya (pasti) media yang saat ini lebih mengarahkan frame kamera mereka untuk pilkada DKI (apaan banget sih ini, 2017 bakal ada 101 pilkada serentak padahal  [ref] ). Ok, thanks to all of the governor & vice governor candidates, Timnas Indonesia jadi ga terlalu banyak job tampil di media atau makan siang bareng politisi .

My personal prediction for this year will be : 2nd place at max. Tim Thailand yang jadi favorit juara sebenernya ga seserem dan sespesial tim Thailand yang dulu-dulu bisa bikin tim lawan udah ngerasa kalah duluan sebelum kick off. Pertandingan pembukaan kita sempat ngimbangin skor 2-2, tapi balik lagi masalah stamina dan defense yang ga terlalu rapi bikin kita kalah 4-2.

Tapi, apapun itu, tetap semangat Indonesia!!

Advertisements

Asap

Bukan, bukan as soon as possible. Asap, hasil proses pembakaran. Sudah beberapa hari terakhir di social media ramai dibicarakan mengenai kebakaran hutan di sumatra dan kalimantan. Untuk tulisan ini, saya ingin fokus membicarakan apa yang terjadi di sumatra dan provinsi riau.

Asap kebakaran hutan sudah menjadi hal menahun bagi kami yang hidup di riau. Kasar kata, seperti banjir bagi saudara kita di jakarta. Entah kenapa, terkesan seperti ada pembiaran terhadap musibah ini. Masih segar diingatan saya, sebelum tahun 1998 nyaris tidak ada bencana semacam ini menghampiri kami. Pada tahun itu, untuk pertama kalinya asap kebakaran hutan mulai menggangu. Teman-teman yang orang tuanya bekerja untuk Caltex (Chevron) sampai diungsikan ke jakarta karena alasan kesehatan dan kualitas udara yang sangat buruk.

Setelah 1998, kebakaran hutan semakin akrab dengan kami. Setiap menjelang musim kemarau, kami hanya bisa berdoa agar kabut asap ini tidak muncul dan menganggu. Entah siapa yang harus disalahkan. Yang pasti ketika masih kanak-kanak (awal 90an) dan jalan lintas sumatra masih berupa hutan (sekarang sudah berubah menjadi kebun sawit) hampir tidak pernah kami menghirup udara kotor ini.

Bea Siswa Study di Jerman untuk semua!

Ferizal Ramli's Blog

hs_bremen_vp_540x235Dari celotehan di twitt saya yang saya copas disini https://twitter.com/ferizalramli :

1. Semua yg skolah di Jerman itu dpt bea siswa! Bedanya ada yg trima 50%, 100%, 200% ato malah 300% bea siswanya. Tapi yg pasti semua dapat!

2. Dapat bea siswa 50% berarti dia kuliah gratis di Jerman dg biaya hidup sendiri. Tapi yg pasti dia TIDAK bayar tution fee ratusan juta.

3. Dpt bea siswa 100%: stelah lulus daftar ZAV, lalu dicarikn kerja di tanah air, bayarkan tiket pulang n disubsidi 600 euro/bln slm 2 thn.

4. Dpt bea siswa 200% brarti, saat studi di Jerman anda dpt bea siswa mislkn DAAD, lulusnya pun dpt Subsidi ZAV 600 eur/bln slama 2 tahun.

5. Bea siswa 300% berarti dpt bea siswa DAAD, subsidi ZAV, slain itu saat kuliah praktikum di perush Jerman digaji antara 400-900 eur/bln

6. Bea Siswa 300%++ brarti dpt bea siswa DAAD, digaji saat prktikum, stelah…

View original post 43 more words

Lupakan Soal Beasiswa, Kamu Pejuang Malas!

hal-hal awam waktu nyari beasiswa 🙂

a madeandi's life

Tentu saja tulisan ini bukan untuk Anda, pembaca yang budiman. Tulisan ini adalah untuk orang yang tidak Anda kenal. Orang yang memiliki keinginan untuk mendapatkan beasiswa luar negeri tetapi tidak sadar kalau dirinya menderita kemalasan stadium tinggi. Saya menyebutnya pejuang malas dengan ciri-ciri seperti ini:

  1. Menanyakan hal-hal yang sebenarnya ada di website atau buku panduan beasiswa. Mereka malas membaca.
  2. Selalu mengatakan ‘tes TOEFL/IELTS mahal banget’ tapi malas menabung dan tetap rajin nongkrong di cafe 😉
  3. Sibuk berpikir caranya lolos beasiswa meskipun tidak memenuhi syarat. Mereka tidak fokus berusaha agar bisa memenuhi syarat. Anehnya, dengan begitu mereka merasa kreatif.
  4. Mudah bertanya “syarat beasiswanya apa saja?” Seakan itu satu rahasia yang tidak ada di website atau buku panduan (terutama jika ditanyakan lewat email ketika penanya memiliki akses internet yang memadai).
  5. Bertanya “jurusan yg cocok buat saya apa ya?” seakan orang lain lebih paham tentang dirinya. Untuk menggali bakat dan minat sendiri saja…

View original post 214 more words

Mau Bertato? Baca Ini Dulu!

penjelasan yg paling rasional, kalau ga dilarang agama, i would love to have a tatoo in my left forearm

Muhammad Assad

Pada edisi #notesfromQatar Jumat ini saya akan membahas topik yang mungkin sudah banyak ditunggu-tunggu, yaitu tentang T-A-T-O! Yes, sejak minggu lalu sudah banyak sekali yang request untuk membahas tentang tato. Karena itulah dalam catatan sederhana ini saya akan menyampaikan pandangan pribadi mengenai tato dari sudut pandang Islam, logika dan juga medis, agar terlihat jelas bahwa segala sesuatu yang dilarang atau dianjurkan dalam Islam, pasti ada hikmah di balik itu semua. Sebelum memulai, tato yang akan dibahas di sini adalah tato yang permanen dan bukan tato “jagoan neon” yang dua jam langsung luntur!  🙂

.

Topik mengenai tato ini memang cukup banyak peminatnya. Totalnya kurang lebih ada 8 orang yang minta dibahas mengenai hal ini, dan boleh percaya atau tidak, dari 8 orang tersebut, 7 orangnya adalah cewe! Amazing bukan? Dunia memang sudah berubah. kalau dulu orang yang bertato itu biasa identik dengan pemain band metal, pemakai narkoba atau penjahat kelas…

View original post 1,753 more words