Sekolah lagi, yuk?

Pagi ini, setiba di kampus, sepotong pesan singkat menggetarkan handphone. Pesan via WhatsApp di salah satu group chat yang berisi teman-teman di lab sewaktu kuliah dulu. Setelah beberapa saat, pesanpun dibaca, ternyata dari empunya lab alias Prof kepala lab. Alhamdulillah isinya kabar gembira. Dua orang teman di lab dulu akan melanjutkan pendidikan mereka dengan beasiswa LPDP. Satu orang akan ke Delft dan satu lagi akan ke Manchester. Mereka adalah dua orang adik kelas semasa di UI dulu. Kebetulan mereka akan melanjutkan studi di bidang Renewable Energy and Technology.
Menarik untuk disimak, trend untuk melanjutkan pendidikan ke luar negri beberapa tahun belakangan ini terus meningkat. Jika angkatan 2006 diambil sebagai baseline untuk mengukur, maka setelah angkatan 2006, jumlah teman-teman yang melanjutkan kuliah ke luar negri semakin meningkat. Jika ditarik benang merah, semua ini berhubungan dengan diluncurkannya program beasiswa LPDP. Entah kenapa begitu lama bagi orang-orang di puncak kekuasaan sana untuk meluncurkan program yang brilian ini. Anyway, bagian itu tidak perlu untuk dijabarkan. Kita patut mensyukuri skema beasiswa yang ada ini.
Dan harusnya ini juga menjadi motivasi untuk teman-teman yang lain untuk mengambil kesempatan ini. Untuk yang sudah bekerja, mungkin akan sulit untuk meninggalkan zona nyaman dimana setiap bulan sudah memiliki income. Untuk yang sudah berkeluarga mungkin akan semakin berat untuk berpisah dengan keluarga tentunya. Namun, ini bukanlah tentang meninggalkan zona nyaman. Namun bagaimana kita memperluas zona nyaman itu. Karena berangkat melanjutkan sekolah bukanlah semata-mata hanya kembali ke ruang kelas mendengarkan kuliah dari para dosen. Beasiswa akan menjadi pengganti income bagi mereka yang sudah berkeluarga, dan LPDP juga menyediakan tunjangan untuk keluarga apabila kita sudah berkeluarga dan ingin membawa mereka ke negara tujuan. Jadi tunggu apa lagi?
Ada hal yang lebih besar disana. Hidup di lingkungan baru, berinteraksi dengan budaya dan masyarkat yang berbeda dengan yang biasa kita temui di tanah air. Hidup memang tentang mengambil suatu pilihan. Dan saya menyarankan teman-teman untuk mengambil pilihan ini. Sekolah lagi, yuk! Mumpung kesempatan untuk mendapatkan beasiswa terbuka lebar.

Advertisements

Tips Mencari Beasiswa

“Ilmu itu dari Allah, kalau dia mau ambil dari kita, dalam sepersekian detik dia bisa ambil dari kita” itu kata-kata salah seorang dosen di ruang kuliah dulu. Well, ga ada salahnya coba untuk share pengalaman mencari beasiswa (sebenernya ini terinspirasi dari tulisan salah seorang blogger yg direblog di bawah).

1. English is a must (don’t ask me why, ini udah kayak syarat wajib, mungkin mirip dengan syarat IPK minimal 3.00 waktu nyari kerja).
2. Mungkin caranya beda-beda untuk setiap negara, Eropa (selain UK) dan Jepang punya cara yang hampir sama untuk mencari beasiswa. Tahapan pertama adalah mencari calon pembimbing yang bersedia menyediakan tempat bagi kita untuk melanjutkan study. Ini butuh waktu memang, cara paling ampuh untuk memulai diskusi dengan calon pembimbing adalah : pelajari dia!. But how?, the easiest way will be : baca sebanyak mungkin publikasi yg pernah dia terbitkan (jurnal, buku, atau conference paper) coba ambil intisari dan benang merah dari beberapa publikasi yg dia terbitkan ini. Mulailah email dengan menceritakan intisari ini, dan sampaikan bahwa kita sangat tertarik dengan aktivitas risetnya. Lalu, tanyakan apakah beliah masih mengerjakan riset tersebut (hal ini sebagai pancingan untuk mengetahui apakah beliau akan menjawab “i have something else for you” atau “yes, there’s still ongoing research on that topic that you have mentioned”.
3. Ingat : tidak ada pattern pasti dalam mencari calon pembimbing. Setiap orang punya jalan yang unik. Ambillah pelajaran dari cerita yg ditulis oleh para blogger tentang bagaimana cara mereka mencari calon pembimbing dan beasiswa.
4. Kalau anda beruntung : si professor memiliki funding utk research dan bersedia meng-hire anda sebagai research assistant/associate dalam projectnya sehingga anda tidak perlu mencari beasiswa lagi.
5. Jika jawabannya tidak utk point 4, jangan takut, ada banyak beasiswa yang tidur diluar sana untuk anda bangunkan. jika sang professor sudah setuju untuk menerima anda untuk dibimbing, biasanya beliau akan menuliskan “letter of acceptance”. ini adalah modal awal untuk mencari beasiswa.
6. Saat mencari beasiswa, biasanya anda akan diminta menyiapkan proposal. ingat, di point dua anda sudah membaca beberapa publikasi dari calon pembimbing anda. ini bisa dijadikan dasar untuk menyusun research proposal.
7. Banyak-banyak doa & sedekah untuk melengkapi ikhtiar dalam melanjutkan sekolah.

Goodluck para pejuang beasiswa!

Munich : first month

IBMW Headquarter Munich

BMW Headquarter

Hallo, i’m back again, writting again after a while. My last post was when i was still in Mannheim doing my language course. So,here i am, already start my new life here in the capital of Bavarian province. Muenchen or Munich in english is one of the biggest city in Germany (you can google it if you are seeking for more info :p). If you are a big fan of an automobile, the image of Munich will be BMW. Yes,the headquarter from BMW lies here. Here also lies the factory and the main museum of BMW.

udah ah,capek pake bahasa inggris. 24 September 2013, hari pertama nginjakin kaki di ranah Bavaria. Kelar kursus bahasa yg lebih kurang 4 bulan di Mannheim, waktu ga berasa emang, 4 bulan kaya baru kemaren ninggalin Jakarta.

Image

Highschool friends at the departure day

Melanjutkan sekolah, itu yang bakal jadi judul petualangan selama disini. Minggu pertama di Munich dilewati dgn mencari tempat tinggal. Untuk sementara waktu, pihak kampus menyediakan penginapan sementara di dalam kampus. Dan akhirnya setelah 3 kali interview dgn pemilik rumah, Alhamdulillah nemu juga. Kalo denger cerita orang-orang yg udh lebih dulu tinggal disini, Munich itu kota yg rada “kejam” untuk urusan “Wohnung” (tempat tinggal). Ada yg cerita kalo dia udah 20 kali interview dan ga dapet-dapet. Yah, ternyata selain jodoh & rezki, “Wohnung” juga masuk kategori misteri Ilahi.

Ok, sekarang cerita tentang kampus. Kampus ini ada di daerah Neubiberg. Kalo Munich itu Jakarta, Neubiberg itu Depok. Dari rumah sekitar 20 menit naik kendaraan umum. Yang unik dari sistem pendidikan di Jerman, mereka ga mengenal istilah PhD student kaya dinegara lainnya. Jadi, instead of student, disini orang-orang yg ngambil program doktoral disebut sebagai Mitarbeiter (pekerja). Kebetulan di Institut (Jurusan) tempat ngelanjutin sekolah ini lumayan “internasional” orang-orangnya. Selain gw yg dari Indonesia, disini juga ada 4 orang non-Jerman lainnya, 1 dari Denmark (Rune), 1 dari Italia (Massi), 1 dari Spanyol (Alvaro) dan 1 dari Kolombia (Rodrigo). Dan kebetulan, Rune dan satu orang teman Jerman disini pernah liburan ke Indonesia. Teman Jerman ini namanya Martin dan kebetulan satu ruang kerja di kantor, musim panas yg lalu dia liburan ke Bali. Kalo Rune lebih ekstrim lagi, dia naik Semeru waktu jadi mahasiswa Exchange di NUS (ini bikin gw ngiri & malu jadi orang Indonesia).  Minggu pertama di Munich juga dilewatin program pengenalan kampus, pihak International Office ngajakin kita pelajar baru keliling kampus dan kota. Dan, weekend pertama di sini dilewatin buat ngeliat tempat yg jadi landmark kota Munich yg pernah jadi tuan rumah Olimpiade ini. Olympiazentrum atau komplek olimpiade Munich.

Image

Foto diatas itu foto Olympia Stadium yg dulu menjadi homeground FC Bayern dan TSV 1860 Muenchen. Dulu waktu SD cuma bisa liat stadion ini dari game Winning Eleven di PS, Alhamdulillah, ada kesempatan buat ngeliat langsung sekarang.  Sejak 2006, Stadion ini udh ga pernah dipake untuk pertandingan sepakbola profesional. FC Bayern & TSV udh punya kandang baru Allianz Arena.

IMG_20130929_151507

Lautan manusia di Oktoberfest

Orang-orang dikampus bilang “you come to Munich at the perfect time”. ternyata pas baru nyampe di Munich lagi ada Oktoberfest. Festival rakyat terbesar se-Jerman katanya. Festival yg bikin nyari rumah makin susah di Munich :p haha. Ini bukan cuma festival yg diadain di bulan Oktober. Katanya ini festival Beer terbesar di dunia. Banyak orang (ga cuma dari Jerman) datang utk ngeliat festival ini.

Laboratorium Gathering

Monday,June 21st 2011, the applied heat transfer big family had this occasion. bbq on the side of the lake inside the campus. this special occasion support by all of the lab member & lecturer. each of us come & bring their own food & snack. Prof Ocha bring the beef for the bbq & Prof Nandy bring the chicken wings, me ? i just bring my empty & hungry stomach 😀

 

Praktikum Alat Penukar Kalor

Selasa dan Kamis yang lalu (5 dan 7 april) dilangsungkan praktikum mata kuliah alat penukar kalor, alat uji yang digunakan adalah Water to Water Heat Exchanger dan Air to Water Heat Exchanger.

untuk tugas individu, jurnal harus terbitan tahun 2010-2011 (cari di science direct) dan agar tidak terjadi bentrok judul jurnal, post nama dan judul jurnal pada reply di blog ini. tambahan, untuk yang melakukan pengolahan data air to water, flow rate air adalah 3.24 x 10^-5  m3/s dan udara 1.68x 10^-4  m3/s.

DOWNLOAD panduan laporan praktikum.

laporan dikumpulkan tanggal 21/04/2011,paling telat jam 17:00 di lab, ruang 311.

IMAT 2010

IMAT is a abbreviations of International Meeting of Advance in Thermofluids, for this year (2010) National University of Singapore was the selected host. This meeting is a science conference for mechanical engineering, especially the thermofluids studies. every year, this conference will be participated by 3 biggest university in shouteast asia, Universitas Indoneisa, National University of Singapore and Universiti Teknologi Malaysia.

The delegation from Mechanical Engineering Department Universty of Indonesia was consist of 12 persons, we flew to singapore from jakarta on 29 november, with the service of Value Air. The Boarding time was 09:10 AM locel time, then arrived in changi, singapore at 11:50 AM local time. at changi airport we are waited by team from NUS, so from the airport we go directly to the hotel near the NUS campus, located at Pasir Panjang road.

After lunch we made the visit to the air conditioning laboratory in the NUS campus, after spent an hour in the lab tour, the professor from NUS take us to the caffetaria inside the campus, a tea in the afternoon.

3 persons in the picture are : Prof Maciej from poland, he’s an expert in cryogenic, Prof. Idrus from mechanical engineering Unversitas Indonesia, and the last one is Prof Yulianto. and for the Dinner, Prof. Ng from NUS take us to the restaurant near the downtown for a dinner.

2nd day, the conference day, the conference were held at the Furama Riverfront, a hotel located at the Havelock Street. the conference  scheduled to start at 07:30 AM until 05:00 PM local time. the conference seperated into 4  sessions. at the end of every session there will be a coffee break. i’m going to presenting a poster from the cryosurgery research.

There is a picture when i was explaining the poster to Prof Noam from philadelpia, i hope he understand with my explenation. the poster presentation were held before the lunch break for 30 minutes. after the conference there were a closing ceremony, Prof Harinaldi handover the souvenirs to Prof Ng as a token of gratitude.

After the closing ceremony, the conference officialy closed with the banquet dinner at the Fullerton Boathouse, this place located near to the Merlion Statue, but unfortunately it was raining when we arrived. so, we have to wait to visit the statue. the banquet was amazing, especially the food 😀 .

Luckily,before the end of the banquet the rain were stop, so i got the chance to go to the Merlion Statue and take some picture around the deck. since the Fullerton Boathouse just across the bridge from the Statue, we can walk to the statue, there are pedestrian walk under the Fullerton Bridge, so we dont have to worry about the car.

the night after the banquet, we go directly to Johor Baru,Malaysia, then we have to go before the end of the banquet. we made a short visit to the UTM campus, and made a lab tour. surprisingly, Prof Noam joint us during the visit to Malaysia, and much more surprise when he joint us back to indonesia.

i will write the story during the visit in malaysia for the next psot.

to be continued…

How to get Autodesk Inventor student edition

Hello all, i’m back again with another post and i hope this post can help you all with Autodesk Inventor. as we know, autodesk inventor is one of the available drawing software (especially for mechanical engineering students).

But, as a student (for personal use) we always find it hard to get  the genuine version of any kind of software because the high price of it. thanks to Autodesk,since the itroduction of  Autodesk Education Community we can have the license code for the autodesk inventor software, so we can run the student version of the software in our personal computer (thanks a lot Autodesk).

There’s still some questions on your mind, how to get the license code ? all you need to do is register directly to the website. after chose the register menu, you have to fill the registration page (just as easy as we register on facebook or twitter)

Select your home country and then fill the informations needed to complete this registration page. once you’ve complete this part. you will recieve the notification mail from autodesk to activate your membership, click the link that they send to you. after that we can log in to the website with using your email as the username.

After complete the registration, you will be able to download the software provide by Autodesk for free,but of course the student version of the software.  after select the version of the software that you want to download, you will go to the license code page.

Click the “get serial” you will get the genuine serial number for the software, and you will be able to run a legal software in your personal computer.

SAY NO TO PIRACY!!