Asap

Bukan, bukan as soon as possible. Asap, hasil proses pembakaran. Sudah beberapa hari terakhir di social media ramai dibicarakan mengenai kebakaran hutan di sumatra dan kalimantan. Untuk tulisan ini, saya ingin fokus membicarakan apa yang terjadi di sumatra dan provinsi riau.

Asap kebakaran hutan sudah menjadi hal menahun bagi kami yang hidup di riau. Kasar kata, seperti banjir bagi saudara kita di jakarta. Entah kenapa, terkesan seperti ada pembiaran terhadap musibah ini. Masih segar diingatan saya, sebelum tahun 1998 nyaris tidak ada bencana semacam ini menghampiri kami. Pada tahun itu, untuk pertama kalinya asap kebakaran hutan mulai menggangu. Teman-teman yang orang tuanya bekerja untuk Caltex (Chevron) sampai diungsikan ke jakarta karena alasan kesehatan dan kualitas udara yang sangat buruk.

Setelah 1998, kebakaran hutan semakin akrab dengan kami. Setiap menjelang musim kemarau, kami hanya bisa berdoa agar kabut asap ini tidak muncul dan menganggu. Entah siapa yang harus disalahkan. Yang pasti ketika masih kanak-kanak (awal 90an) dan jalan lintas sumatra masih berupa hutan (sekarang sudah berubah menjadi kebun sawit) hampir tidak pernah kami menghirup udara kotor ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s