End of Summertime

Sebagaimana tahun-tahun yang lalu, setiap hari minggu terakhir dibulan Oktober adalah hari dimana waktu berakhirnya jam-musim-panas dan berganti menjadi waktu musim dingin (hingga hari minggu terakhir dibulan maret nanti). Daylight saving time istilah keren yang sering dipake sama negara-negara yang menerapkan waktu musim panas ini. Jadi dari hari minggu kemaren (26.10) waktu dimundurkan jadi satu jam. Bisa baca di link tadi kalau mau tau apa alasan lengkapnya. Menurut saya, alasannya simple, musim dingin matahari keluar lebih telat, jadi dengan waktu aktivitas ditelatin satu jam (misal jam 7 jadi jam 6), jadi orang-orang bisa memulai aktivitas saat matahari sudah terbit. Ini artinya menghemat konsumsi energi (contohnya penggunaan listrik untuk penerangan).

Anyway, enough with the summer time theory. Akhirnya sabtu kemaren main bola lagi setelah beberapa bulan ga main. Bareng sama anak-anak Indonesia di sini.

DSC_0051Lumayan rame, 14 orang, mudah-mudahan bukan sekedar euforia awal semester,haha, dan seperti biasa, kalau udah rame gini, cuma satu hal diakhir yang diomongin “sportfest gimana?” (dikonkritin laah,biar ga cuma wacana). Berhubung cuaca udah mulai dingin, jadi main bola outdoor udah makin susah. Jadinya kemaren main indoor di soccer arena Olympiazentrum.

This slideshow requires JavaScript.

Minggu 26.10 juga kebetulan lagi ada acara pelatihan untuk orang tua dan anak, konon katanya narasumber yang datang kali ini sangat tersohor dibidang parenting : Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari, atau sering dipanggil abah Ihsan. Kebetulan ikutan bantuin untuk dokumentasi acara. Alhamdulillah acaranya rame, mayoritas peserta adalah pasangan suami-istri yang berasal dari Munich dan sekitar (Nürnberg dan Augsburg), bahkan ada juga peserta yang datang dari Austria.

DSC_0212Berhubung selama acara mondar-mandir motoin peserta dan pembicara, tapi masih sempet dengerin poin-poin penting dari seminar ini. Children are not and will never be a burden for their parents. They are a gift from Allah. Walaupun seminarnya dirancang untuk orang tua, sebenernya ini juga cocok untuk kita-kita yang belum berkeluarga, yah, yang namanya ilmu ga ada batasan sebenernya, hitung-hitung nambah wawasan dan referensi untuk masa depan nanti, toh at the end of the day, all of us are going to be parents (insha Allah).

*that’s it for this week, from now on, i will try to write from one to another weekend (harus konkrit,ga boleh wacana doang!)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s