Bella Venezia

Scooby Doo A Manace in Venice

Sabtu 13.09.2014 yang lalu saya berkesempatan untuk berkunjung ke Venezia. Salah satu kota di Italia yang sangat terkenal dengan sungai-sungai dan Grand Canal nya itu. Kalau dingat-ingat, waktu SD pernah nonton film karton Scooby Doo yang settingnya tepat di Venezia dimana Scooby cs disibukkan oleh hantu pengedara gondola. Itu memori pertama saya tentang kota air ini. Selanjutnya pengetahuan saya tentang kota ini tak lebih dari klub sepakbola Venezia yang sempat mentas di Serie A Italia pada akhir 90an dan awal 2000an. Setelah sebelumnya sering melihat kota ini di film-film produksi hollywood (Indiana Jones, Italian Job dan terakhir Casino Royale) akhirnya saya bisa melihat langsung keindahan Grand Canal dan Rialto Bridge ini secara langsung.

Singkat cerita, Venezia bisa dicapai dari Munich dengan beberapa cara : pesawat, kereta atau bus. Berhubung budget terbatas cara terakhir menjadi pilihan saya. Munich-Venezia-Munich bisa ditebus 46 Euro saja. Ada beberapa travel agent di Munich yang menyediakan bus untuk short trip satu hari ini. Total waktu tempuh sekitar 6-7 jam (tergantung kepadatan lalu lintas). Bus akan meninggalkan Munich tepat pada pukul 06:00 dan akan sampai di Venezia pada pukul 13:00. Biaya tambahan lain yang harus dibayarkan adalah pajak turis sebesar 4 Euro yang akan ditagih oleh sang supir.

Vaporetto aka Water Bus

Vaporetto aka Water Bus

Setiba di Venezia, kita bisa menggunakan Vaporetto atau bus air untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Dengan membayar 20 Euro kita bisa mendapatkan tiket untuk 24 jam. Bus air ini beroperasi sepanjang hari, 24 jam tanpa berhenti dan siap untuk membawa kita bertualang mengarungi Grand Canal yang indah ini. Bangunan-bangunan tua di kanan-kiri kanal ini seperti sangat berjodoh dengan kanal yang mereka apit. Warna-warni cat gedung ini klop dengan warna air canal.
Salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi di Venezia adalah Basilica San Marco atau St. Marc’s Square. Dan tempat ini menjadi tempat terpadat yang saya temui selama berada disana. Banyak turis yang berhenti sekedar mengabadikan foto lapangan didepan gereja ini atau mereka yang sedang mengantri giliran untuk dapat masuk ke dalam gereja.

Salah satu waktu terindah di Venezia adalah ketika matahari tenggelam. Pastikan anda berada disekitar St. Marc’s Square pada momen ini. Golden sunset, mentari seakan sedang bercumbu dengan lautan denga latar bangunan-bangunan indah dengan kubah dari abad ke 15.

Need a break #brick #vsco #vscocam

A post shared by Ridho Irwansyah (@dhodhoreedho) on

Lupakan peta, jelajahi gang-gang yang ada di Venezia,anda tidak akat tersesat (well, in case tersesat baru buka peta :p). Gang-gang sempit dengan batu bata tua dari bangunan yang mengapitnya ini terlihat begitu indah. 15 bulan tinggal di Jerman, ini menjadi pemandangan yang sungguh berbeda bagi saya, Bellissimo! Untuk turis dengan budget ketat seperti saya, naik gondola sembil menikmati Venezia bukan jadi pilihan. Dengan tarif 80 euro untuk 40 menit, rasanya terlalu berat lembaran euro ini keluar dari kantong,haha. Well, maybe next time ada rezeki dan bisa cobain naik gondola disana.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s