the fate of football in our beloved nation

Sepakbola,soccer,football,futebol,voetbal, terserah apa namanya, olahraga terbesar di dunia, dimainkan lebih jutaan orang yang menjadikan olahraga ini sebagai profesi mereka. pemain,pelatih,agen,physioterapis,dokter,wasit hingga seorang chef dan bagian terpenting dari semua itu suporter, semua ikut serta melengkapi herarki dalam permainan “rakyat” ini. some people might say that this game could bring the highest honor for one country or even a continent. want some example ? coba lihat benua Afrika, betapa bangganya mereka ketika Kamerun dan Senegal berhasil mengukir suatu prestasi pada gelaran piala dunia. euforia, mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan bangsa tersebut.

Euforia yang sama juga kita rasakan ketika tim sepakbola kebanggaan kita berhasil menembus babak final Piala AFF pada penghujung tahun 2010. betapa bangganya orang-orang meneriakkan yel-yel  IN-DO-NE-SIA sepanjang pertandingan, atau untuk pertama kalinya, banyak orang menggunakan jersey timnas merah putih, bukan hanya sekedar mengenakan, kita dibuat bangga mengenakan kostum tersebut. dilihat dari segi rancangan dan warna, ini merupakan kostum terbaik yang pernah digunakan oleh tim nasional sepakbola kita. kostum merah dengan logo garuda di dada kiri ini digunakan oleh hampir semua kalangan, anak kecil yang berlari di pinggir jalan, remaja yang  lalu lalang di mall dan bahkan para mentri kabinet pun dengan bangga menggunakan kostum ini.

Mencapai babak final kejuaran sepakbola tertinggi di region asia tenggara ini sebenarnya bukanlah hal baru bagi tim nasional kita. final di penghujung 2010 yang baru kita lewati adalah final ke 4 yang berhasil kita capai.  salah seorang wartawan senior, yesayas oktavianus juga pernah menulis hal yang sama.  jika ditanya mana diantara ke 4 final itu yang paling berkesan bagi saya, maka saya akan menjawab final yang terjadi pada tahun 2004. dalam opini saya tim pada tahun 2004 lebih baik dari sisi kemampuan pemain dibandingkan dengan tim yang ikut berkompetisi pada tahun 2010 ini. menurut saya, pemberitaan dari media sangat berperan dalam hal ini, pada tahun 2004, kita harus menggunakan televisi berbayar untuk menyaksikan turnamen yang kala itu masih bernama Tiger Cup itu. timnas yang kala itu harus bermain jauh dari kandang, jauh dari pemberitaan seperti yang terjadi belakangan ini. padahal kala itu, sosok boaz salosa (menurut saya) melakukan hal yang jauh melebihi apa yang dilakukan oleh seorang okto maniani, dengan usia yang masih 18 tahun berhasil mencetak 4 gol dan berhasil masuk ke babak final menghadapi singapura. entah mengapa tim kita sepertinya selalu mencapai performa puncak pada babak semi-final, sehingga partai final terkesan menjadi anti klimaks dari perjuangan para pemain kita. pada final 2004, kita dikalahkan oleh Singapura dalam dua pertandingan dengan skor total 5-3. mungkin tim kita terlalu cepat berpuas diri dengan hasil yang telah berhasil dicapai dan lupa bahwa masih ada perjuangan yang belum dilewati.

Lihatlah kondisi persepakbolaan negara kita pasca Piala AFF, bergulirnya LPI membuat PSSI seperti kebakaran jenggot dan mengatakan bahwa “liga oposisi” itu sebagai liga banci, paling tidak itulah kata-kata yang dilontarkan oleh sekjen PSSI ketika ditanya mengenai akan diselenggarakannya LPI. Bahkan, ketua umum federasi sepekbola kita yang tercinta ini dengan tegasnya mengatakan bahwa pemain yang ikut berkompetisi pada LPI tidak diperbpolehkan menggunakan seragam merah putih, atau tidak akan dipanggil membela timnas. Menurut saya ini merupakan reaksi yang kekanak-kanakan, pelarangan pemain membela timnas dikarenakan pemain tersebut tidak berkompetisi dibawah kompetisi yang berada dibawah PSSI, merupakan alasan yang menyedihkan bagi saya. Kostum merah-putih dengan garuda di dada itu pantas di kenakan oleh setipa putra bangsa yang bisa menampilkan permainan sepakbola dengan baik.

 

(to be continued)

Advertisements

2 thoughts on “the fate of football in our beloved nation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s